• Senin, 18 Maret 2019
  • Memuat...

FKIP Unismuh Akan Gelar Konferensi Internasional Pengajar Bahasa Inggris

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar akan menyelenggarakan kegiatan English Language Teaching Internasional Conference (ELTIC) 6-8 September mendatang, di Hotel Swiss-Belinn, Makassar.

Negerisatu News

Kegiatan ini rencanaya akan menghadirkan pembicara dari berbagai negara diantaranya, Prof Meera Srinivas (The English and Foreign Language University India), Prof Endang Fauziati (Universitas Muhammadiah Surakrta Indonesia.

Kemudian, Dr. Shirin Shafiei Ebrahimi (University Teknology Malaysia), Prof Rob Waring (Notre Dame Seshin University, Japan), Prof John Evard Strid (Northern Illinouis University, USA), dan Dr. Anne Keary (Monash University).

Dekan FKIP Unismuh Erwin Akib mengatakan, kegiatan konfrensi internasional ini merupakan yang pertama dan terbesar dari konferensi yang pernah dilakukan sebelumnya oleh FKIP Unismuh.

Pelaksanaan kegiatan konferensi ini kata Erwin untuk melihat model pembelajaran yang sudah menerapkan tanpa penggunaan kertas (less paper).

“Kita ingin mendegarkan bagaimana mereka menerapkan pembejaran yang sudah meminimalisir penggunaan kertas,” ujar Erwin, dalam sesi konferensi pers di Makassar, Senin (11/2/2019).

Erwin menambahkan, Lewat Sistem Pembelajaran Daring (SPADA), saat ini di FKIP Unismuh juga sudah mulai secara bertahap menerkapkan pembelajaran tanpa kertas.

“Kita ingin dalam kegiatan ini, para dosen bisa mendapat pelajaran yang lebih baik dalam penerapan pembelajaran tanpa menggunakan kertas, tapi memanfaatkan teknologi terbarukan,” jelasnya.

Dekan FKIP Unismuh Erwin Akib (baju biru) bersama panitia kegiatan ELTIC 2019 selepas kegiatan konferensi pers di Makassar. foto: Negerisatu.id/Fath

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Umismuh, Ummi Khaerati Syam mengatakan, kegiatan ini digelar untuk melihat inovasi dari pakar-pakar dibidangan pengajaran, khususnya bagaimana menghadapi era industri 4.0.

“Dalam kegiatan ini sengaja kita menghadirkan perwakilan dari beberapa universitas dunia, yang kita anggap memiliki inovasi baik di dalam dunia pendidikan dan inovasi sehingga peserta bisa mengaplikasikan,” kata Ummi.

Ummi menambahkan, dalam konferensi ini diharapkan sebagai langkah pengambilan keputusan dan akan memberi rekomendasi hasil pembejalaran dari berbagai belahan dunia. Selain perkembangan zaman, juga untuk merekomendasikan model pendidikan di dunia.

“Yang kita undang ini merupakan pakar-pakar pendidikan yang menerapkan pendidikan kurikulum sesuai dengan perkembangan abad ke-21. Mereka ini bisa dikatakan professor-professor yang berjiwa millenial,” jelas wanita yang juga Koordinator APSPBI Sulawesi itu.

Dalam kegiatan koonferensi internasional ini panitia menargetkan peserta sebanyak 600 orang, dengan target pemakalah 200 orang. Selain itu, peserta kegiatan juga akan diajak untuk mengunjungi pusat-pusat kegiatan budaya di Sulawesi Selatan.

Negerisatu News

0 Komentar

Komentar Facebook

Post yang Berkaitan