• Senin, 18 Maret 2019
  • Memuat...

Mengenal Rejang, Suku Asli Bengkulu

Suku Rejang adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Bengkulu dan Sumatera Selatan. Catatan mengenai mereka salah satunya berasal dari buku karya William Marsden yang berjudul The History of Sumatra.

Negerisatu News

Marsden menyebutkan bahwa selain Melayu (Malays), di Sumatera terdapat pula suku Minangkabau (Menancabow), Aceh (Achenese), Batak (Battas), Rejang (Redjang), dan Lampung (Lampoons).

Suku ini adalah satu dari 10 kelompok masyarakat asli di Provinsi Bengkulu. Sembilan suku yang lain meliputi Besemah, Enggano, Kaur, Lembak, Melayu, Minang, Nasal, Pekal, dan Serawai. Jumlah populasi suku ini tidak diketahui secara pasti.

Hal ini disebabkan suku Rejang dalam Sensus Penduduk Indonesia 2010 tidak dikategorikan secara spesifik melainkan sebagai kelompok suku Sumatera lainnya selain Batak, Aceh, Melayu, dan Minangkabau.

Suku Rejang sangat memuliakan harga diri, seperti halnya penjagaan martabat kaum perempuan, penghinaan terhadap para pencuri, dan penyiksaan dan pemberian hukum denda terhadap pelaku zina.

Dikarenakan kesesuaian tradisi Rejang dengan ajaran Islam, suku Rejang telah mengubah kepercayaan terdahulu mereka ke ajaran agama Islam. Hingga saat ini, budaya mereka juga identik dengan nuansa Islam.

Pada zaman sekarang, sudah banyak putra-putri suku Rejang telah menempuh pendidikan tinggi seperti ilmu pendidikan keguruan, ilmu kesehatan, ilmu hukum, ilmu ekonomi, sastra, dan lain-lain.

Banyak yang telah menekuni profesi sebagai pegawai negeri, pejabat teras, dokter, pegawai swasta, pengacara, polisi, dan berbagai profesi yang memiliki kehormatan menurut masyarakat modern pada era sekarang ini.

Berbeda Dialeg Penuturan Bahasa

Ilustrasi masyarakat suku Rejang. sumber foto: pedomanbengkulu

Suku Rejang memiliki perbedaan yang mencolok dalam dialek penuturan bahasa.

Dialek Rejang Kepahiang memiliki perbedaan dengan dialek Rejang di Kabupaten Rejang Lebong yang dikenal dengan dialek Rejang Curup, dialek Rejang Bengkulu Utara, dialek Rejang Bengkulu Tengah, dan dialek Rejang yang penduduknya di wilayah kabupaten Lebong. Secara kenyataan yang ada, dialek dominan Rejang terdiri tiga macam.

Dialek tersebut adalah sebagai berikut:

  • – Dialek Rejang Kepahiang (mencakup wilayah kabupaten Kepahiang)
  • – Dialek Rejang Curup (mencakup wilayah kabupaten Rejang Lebong, kabupatenBengkulu Tengah, dan kabupaten Bengkulu Utara)
  • – Dialek Rejang Lebong (mencakup wilayah kabupaten Lebong dan wilayah kabupaten Bengkulu Utara yang berdekatan dengan wilayah kabupaten Lebong)

Dari tiga pengelompokan dialek Rejang tersebut, saat ini Rejang terbagi menjadi Rejang Kepahiang, Rejang Curup, dan Rejang Lebong. Namun, meskipun dialek dari ketiga bahasa Rejang tersebut relatif berbeda, tapi setiap penutur asli bahasa Rejang dapat memahami perbedaan kosakata pada saat komunikasi berlangsung.

Karena perbedaan tersebut seperti perbedaan dialek pada bahasa Inggris Amerika, bahasa Inggris Britania, dan bahasa Inggris Australia. Secara filosofis, perbedaan dialek bahasa Rejang terjadi karena faktor jarak, faktor sosial, dan faktor psikologis dari suku Rejang itu sendiri.

Hal ini juga membuktikan bahwa tingkat persatuan dan kesatuan suku Rejang masih sangat rendah jika dibandingkan dengan suku bangsa terdekat lainnya suku Lembak, suku Serawai, dan suku Pasemah.

Itu disebabkan karena suku Rejang bukan suku bangsa perantau sehingga tingkat kepemilikan tanah mereka tergolong tinggi, mereka masih mudah dipengaruhi devide et empera yang dilancarkan penjajah sejak zaman pemerintahan Hindia-Belanda.

Pada zaman sekarang, politik pecah belah tersebut dilancarkan oleh golongan tertentu dengan tujuan yang relatif sama dengan penjajahan Hindia-Belanda.

Negerisatu News

0 Komentar

Komentar Facebook

Post yang Berkaitan