• Senin, 18 Maret 2019
  • Memuat...

Suku Baduy Larang Wisatawan Berkunjung

Suku Babuy merupakan masyarakat yang menempati kawasan adat di wilayah Banten. Kawasan alami dan masyarakatnya yang memegang tegus tradisi menjadi daya tarik wisatawan untuk datang.

Negerisatu News

Biasanya masyarakat mengunjungi wilayah Urang Kanekes hingga bermalam di rumah-rumah mereka. Tapi buat kamu yang ingin berkunjung ke wilayah Suku Baduy saat ini, harus tahan diri dulu.

Wisatawan domestik maupun mancanegara dilarang mengunjungi kawasan Badui Dalam selama tiga bulan.

Tradisi Bulan Kawalu

Masyarakat Suku Baduy. sumber foto: joharjohar

Larangan memasuki kawasan Baduy bagi para wisatawan karena memasuki tradisi bulan Kawalu atau bulan larangan.

Masyarakat Badui Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikawartana saat ini hingga tiga bulan ke depan tertutup dari wisatawan karena tengah merayakan tradisi Kawalu.

“Pelarangan wisatawan mengunjungi Badui Dalam itu terhitung 5 Februari sampai 5 Mei 2019,” kata pemuka adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Saija saat dihubungi di Lebak, Senin (11/2/2019), seperti dikutip Antara.

Berlangsung Setiap Tahun

Anak-anak suku Baduy. sumber foto: internet

Tradisi Kawalu dilaksanakan setiap tahun. Bagi masyarakat Badui Dalam, tradisi itu dinilai sakral berasal dari leluhur sehingga hanya diikuti masyarakatnya.

Selama Kawalu, desa akan tampak sepi. Warga lebih banyak memilih tinggal di rumah-rumah.

Selama tiga bulan itu, masyarakat Baduy melaksanakan ritual Kawalu dengan puasa dan berdoa meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tujuannya agar diberikan kedamaian dan kesejahteraan, juga dijauhkan malapetaka bencana.

“Kami memohon maaf kepada wisatawan selama Kawalu dilarang mengunjungi kawasan masyarakat Badui Dalam,” kata Saija.

Peringatan larangan juga telah dipasang di pintu gerbang Badui di Ciboleger agar wisatawan menaati hukum adat.

Bentuk Penghormatan Budaya Lokal

Kunjungan wisata ke kawasan adat Baduy. sumber foto: backpackerjakarta

Pemerintah setempat sangat menerima pelarangan wisatawan memasuki kawasan Badui Dalam selama Kawalu. Hal itu sebagai bentuk toleransi dan saling hormat menghormati terhadap budaya lokal.

Namun, pelarangan terkait tradisi Kawalu itu tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan ke permukiman Badui Luar. Kawasan permukiman Badui Luar masih boleh dikunjungi wisatawan.

Negerisatu News

0 Komentar

Komentar Facebook

Post yang Berkaitan