KONSEP ALGORITMA DALAM COMPUTATIONAL THINGKING

NEGERI SATU – Berhitung atau menghitung berpikir merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki setiap orang dalam rangka menghadapi dan memecahkan masalah sehari-hari. Pemikiran komputasional juga merupakan pemikiran para ilmuwan dan pemrogram untuk mengembangkan aplikasi komputer. Cara berpikir ini mendukung pemecahan masalah di semua bidang, dari ilmu sosial dan humaniora, dari matematika hingga sains.

Berpikir komputasional adalah proses pemecahan masalah yang mencakup banyak sifat dan pengaturan. Berpikir komputasional memiliki empat tahap atau metode yang meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma.

Artikel ini merinci desain algoritme atau ide algoritme.
Konsep algoritma dalam pemikiran komputasi

Algoritma merupakan salah satu tahapan atau metode berpikir komputasional yang harus dipelajari dengan baik untuk menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien. Algoritma itu sendiri merupakan tahap akhir dari pemikiran komputasional setelah dekomposisi, pengenalan pola, dan abstraksi. Di komputer, persiapan algoritmik yang efektif berfungsi untuk mempercepat aplikasi.
Desain algoritmik atau pemikiran algoritmik adalah cara khusus menggunakan proses matematika dalam proses pemecahan masalah. Algoritma desain telah diidentifikasi dan dimasukkan ke dalam banyak teori solusi riset operasi seperti pemrograman dinamis.

Perancangan algoritma dirancang dengan menggunakan model desain algoritmik seperti model model, model dekorator, dan penggunaan struktur data. Lebih sederhana, pemikiran algoritmik adalah cara untuk memecahkan masalah dengan mengambil langkah-langkah yang konsisten dan tepat. Langkah-langkah ini akan memungkinkan Anda untuk memperbaiki masalah dengan benar dan mudah.

Dalam proses pencarian Internet, algoritma ditemukan dalam perutean paket, caching, dan perayapan web. Berpikir algoritmik bukan hanya solusi untuk memecahkan masalah komputer, tetapi juga untuk memecahkan masalah sehari-hari.

Jika perangkat lunak memiliki algoritma dan perangkat lunak dapat memecahkan masalah, manusia juga dapat menerapkannya dengan kemampuan berpikir komputasionalnya. Disadari atau tidak, otak kita secara otomatis menyusun algoritma untuk memecahkan masalah. Jika kita melatih pola pikir ini dan menjadikannya kebiasaan, otak kita akan dapat dengan mudah memecahkan masalah yang kompleks.

Misalnya, dalam kehidupan sehari-hari, jika Anda ingin pergi ke sekolah, otak Anda secara tidak langsung mengonfigurasi algoritma atau prosedur untuk mencapai tujuan tersebut. Mandi, siapkan seragam sekolah dan pakai, sarapan, siapkan mobil. Pergi ke sekolah dan mulai berjalan.

Proses pemikiran algoritma ini harus dianalisis untuk memungkinkannya membuat keputusan yang benar dan menentukan solusi untuk masalah. Contoh penerapan algoritma di sekolah adalah melakukan perhitungan perkalian di sekolah. Proses pemecahan masalah terdiri dari mengikuti aturan dan rumus yang diajarkan jika Anda ingin mendapatkan jawaban yang benar.

Jika seseorang sudah memiliki logika untuk algoritme, Anda tidak perlu berpikir atau khawatir setiap kali menghadapi masalah baru.

Dalam ilmu komputer, algoritma adalah salah satu hal mendasar dan penting yang harus dikuasai setiap orang, mulai dari pemula ilmu komputer yang perlu mempelajari proses algoritmik, hingga peneliti dan profesional. Penguasaan algoritma cukup tidak hanya untuk mengetahui dan menggunakan proses algoritmik dalam pemecahan masalah, tetapi juga untuk memahami dasar-dasar ilmu komputer dan untuk merancang dan mengembangkan proses algoritmik berdasarkan masalah yang dihadapi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.