Proses pembuatan Batik Mangrove Rungkut Surabaya.

NEGERISATU.ID – Proses pembuatan Batik Mangrove Rungkut Surabaya secara sekilas sama dengan proses pembuatan batik pada biasanya, tetapi terdapat sebagian perbedaannya. Perbandingan proses pembuatan Batik Mangrove dengan batik yang yang lain terletak pada parafin serta canting yang digunakan. Berikut ini penjabaran dari bahanbahan, perlengkapan, serta langkah- langkah membatik di Batik Mangrove Rungkut Surabaya:

Bahan pembuatan Batik Mangrove Rungkut Surabaya

Bahan yang digunakan buat membatik di Batik Mangrove Rungkut Surabaya nyaris sama dengan perlengkapan membatik pada biasanya. Perbedaannya terletak pada malam serta perona yang digunakan. Pada batik mangrove memakai malam kuning serta malam putih yang diolah kembali supaya lebih bersih serta perona yang digunakan perona natural dari tanaman mangrove.

  • Malam

Malam yang digunakan pada batik Mangrove Rungkut Surabaya merupakan malam kuning serta malam putih. Malam yang bercorak kuning mempunyai watak liat serta kenyal. Watak tersebut sangat sesuai digunakan buat menutupi bagian pola yang diharapkan supaya nampak rapat. Malam kuning sanggup menutupi permukaan media secara utuh serta sempurna. Malam yang digunakan pada batik mangrove ini merupakan malam kuning serta putih yang sudah diolah kembali supaya menciptakan malam yang bersih serta bermutu.

  • Perona alami

Pewarnaan alam diperoleh dari bahan- bahan natural, antara lain kunyit( menciptakan warna kuning), daun jati( menghasikan warna hijau), serta kulit buah manggis( menciptakan warna ungu). Perona natural yang digunakan pada batik Mangrove Rungkut Surabaya merupakan perona natural yang berasal dari buah, bunga, serta daun dari tanaman mangrove serta dicampur dengan sebagian perona natural yang lain.

  • Perlengkapan pembuatan Batik Mangrove Rungkut Surabaya

Bersumber pada hasil observasi bisa dikenal perlengkapan membatik yang digunakan pada proses membatik di Griya Karya Tiara Kusuma“ Batik Mangrove” nyaris sama dengan perlengkapan membatik pada biasanya. Perbedaannya terletak pada canting yang digunakan. Pada Batik Mangrove Rungkut Surabaya canting yang digunakan merupakan canting elektrik dengan cucuk tunggal serta mempunyai tombol pengatur temperatur. Canting elektrik terdiri dari 3 bagian utama, antara lain: bak penampung parafin ataupun malam, tangkai pemegang, serta perlengkapan kontrol temperatur yang berperan mengendalikan temperatur canting.

  • Langkah- langkah pembuatan Batik Mangrove Rungkut Surabaya

Bersumber pada hasil observasi bisa dikenal langkah- langkah pembuatan Batik Mangrove Rungkut Surabaya tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan batik pada biasanya. Perbandingan proses pembuatan Batik Mangrove dengan batik yang yang lain terletak pada proses pewarnaan danproses pelorodan. Proses pewarnaan serta pelorodan pada batik mangrove mempunyai sebagian tahapan. Berikut ini langkahlangkah pewarnaan serta pelorodan dalam pembuatan Batik Mangrove:

Pewarnaan Bagi Mifzal( 2012: 76), sehabis proses pemalaman berakhir, sesi berikutnya yang wajib dicoba adalahpewarnaan. Tujuan pewarnaan ini merupakan buat member serta mengganti warna pada kain batik. Pewarnaan pula bertujuan buat menaikkan keelokan pada batik. Pencoledan merupakan proses pemberian warna secara langsung pada bidang- bidang motif di mana ini relatif kecil yang dibatasi malam sehingga tidak efisien apabila dicelup. Proses pewarnaan pada Batik Mangrove Rungkut Surabaya memakai metode pewarnaan mencolet memakai kuas dengan bermacam dimensi. Bahan perona yang digunakan merupakan bahan perona natural mangrove.

Pelorodan Nglorod ini merupakan langkah buat melarutkan malam pada permukaan kain. Perihal ini dicoba di atas bejana yang berisi air panas mendidih. Buat memudahkan proses pelarutan malam dari permukaan kain hingga pada air mendidih itu dicampurkan zat kimia tertentu. Proses pelorotan pada Batik Mangrove mempunyai sebagian tahapan, ialah:

  • Sesi satu merupakan sesi mencelupkan kain kedalam larutan kanji serta air dingin.
  • Sesi kedua merupakan sesi mencelupkan kain kedalam larutan tawas,
  • Sesi ketiga merupakan sesi mencelupkan kain kedalam air mendidih sampai malam luntur sepenuhnya.
  • Sesi keempat merupakan tahapan mencelupkan kain kedalam larutan tawas kedua.
  • Sesi kelima merupakan sesi mencelupkan kain kedalam air bersih.

Sesi keenam merupakan sesi mencelupkan kain kedalam larutan kanji yang sudah dimasak di air mendidih serta di tuangkan ke dalam ember.

Motif Batik Mangrove Rungkut Surabaya

Batik Mangrove sudah mempunyai ribuan motif pakem yang sudah terbuat. Sebagian motif pakem antara lain ialah motif Bruguiera Gymnorhiza, motif Callophyllum Inophyllum, motif Angry Puffu Fish, motif Gobie Fish, serta motif Blue Jelly. Pada motif- motif pakem Batik Mangrove ada ornamen utama, ornamen bonus, serta ornamen isen batik. Cocok dengan komentar Susanto( 1980: 212) menimpa motif batik merupakan kerangka foto yang mewujudkan batik secara totalitas yang memiliki motif yang berirama serta khas.

Motif batik diucap pula corak batik ataupun pola batik. Bagi unsur- unsurnya motif batik bisa dipecah jadi 2 bagian utama, ialah ornamen motif serta ornamen isen batik. Ornamen motif batik dibedakan lagi atas ornamen utama serta ornamen bonus kerangka foto yang mewujudkan batik secara totalitas. Motif batik diucap pula corak batik ataupun pola batik. Bagi unsurunsurnya motif batik bisa dipecah jadi 2 bagian utama, ialah ornamen motif serta ornamen isen batik.

Ornamen motif batik dibedakan lagi atas ornamen utama serta ornamen pengisi bidang ataupun ornamen bonus. Jadi pada motif batik ada ornamen utama, ornamen bonus, serta ornamen isen batik. Ornamen motif–motif yang ada pada batik Mangrove Rungkut Surabaya merupakan motif- motif yang berasal dari alam dekat hutan mangrove, mulai dari buah, bunga, serta daun tumbuhan mangrove dan fauna yang terdapat di ekosistem hutan mangrove mulai dari ikan, kepiting, kupu- kupu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.