Sejarah Batik Indramayu Serta Ciri Khas Motifnya

NEGERISATU.ID – Secara geografis, Indramayu tercantum ke dalam wilayah tepi laut yang berbatasan langsung dengan laut Jawa disebelah utara serta timur. Indramayu ialah daerah pesisir yang banyak memiliki kekayaan budaya, sama halnya dengan Cirebon yang sempat jadi pelabuhan perdagangan internasional.

Indramayu serta Cirebon memiliki keakraban selaku wilayah pesisiran yang memiliki ikatan kebudayaan serta kekerabatan yang sangat kokoh. Dengan sendirinya ada sebagian batik yang memiliki kesamaan ataupun memiliki pengertian yang sama, semacam halnya pada motif batik Kapal Gagal yang melambangkan suatu kematangan serta pula kedewasaan. Penggambaran motif batik burung yang dipengaruhi oleh kebudayaan Tiongkok, semacam halnya yang terdapat di kota Cirebon, nyatanya pula banyak ditemui di Indramayu.

Sejarah Batik Indramayu

Sejarahnya, pembuatan batik khas Indramayu diperkirakan telah berlangsung lama, ialah dekat abad ke- 13 hingga 14, dimana Pelabuhan Cimanuk jadi salah satunya pelabuhan terbanyak yang terdapat di Pulau Jawa serta di Asia. Dikala itu, perdagangan dari bermacam berbagai bangsa di dunia banyak terjalin di Pelabuhan Muara Cimanuk ini. Sehingga motif batik khas Indramayu banyak memperoleh pengaruh besar dari motif serta foto kaligrafi dari Arab, Tiongkok, serta lain sebagainya.

Karakteristik Khas Batik Indramayu

Keelokan alam serta pula bermacam- macam fenomena yang terjalin di Indramayu telah mendesak lahirnya banyak kreativitas dari para pembatik Indramayu didalam menghasilkan bermacam berbagai motif batik. Latar balik kehidupan para nelayan serta pula para petani jadi karakteristik khas serta bukti diri dari batik Indramayu. Karakteristik khas yang nampak dari Batik ini ialah macam flora serta faunanya dibeberkan secara datar dengan banyak lengkungan serta garis- garis yang meruncing ataupun riritan, berlatar putih serta warna hitam dan banyak titik yang terbuat dengan memakai metode cocolan jarum, serta wujud isen- isen ataupun sawut yang pendek serta kaku.

Macam Motif Batik Indramayu

Batik Indramayu memiliki sebagian motif batik khas, antara lain:

1. Motif Iwak Etong

Motif Iwak Etong ialah motif batik khas Indramayu yang motifnya menggambarkan ikan, cumi, udang, kepiting, serta ubur- ubur. Foto ikan tanpa kepala pada motif iwak entong ini menggambarkan masyarakat pribumi yang dijajah oleh Belanda dengan lumayan kokoh, dimana mereka memakai bermacam berbagai senjata serta perlengkapan mutahir, sebaliknya masyarakat pribumi sendiri cuma mengenakan bambu runcing serta senjata golok dalam bergerilya dimalam hari. Komposisi ornamen pada motif ini terdiri dari 3, ialah ikan etong, urang ayu ataupun udang, serta buaya ataupun biawak.

2. Motif Kapal Kandas

Motif Kapal Gagal ialah motif batik khas Indramayu yang motifnya menggambarkan kapal karam dengan rantai- rantainya yang telah terputus dan terdampar diatas bebatuan, kapalnya sirna sehingga cuma tersisa dok serta puing- puingnya kapalnya saja. Terdapat pula yang memaknai bila kapal gagal pada motif ini merupakan kapal yang lagi tinggal landas dari pelabuhan buat setelah itu mengarungi luasnya samudera. Arti yang tercantum pada motif kapal gagal merupakan berikan harapan baru untuk siapa saja yang mengenakan motif ini.

3. Motif Kembang Gunda

Motif Kembang Gunda ialah motif batik khas Indramayu yang motifnya menggambarkan sebagian tumbuhan- tumbuhan yang banyak hidup dipinggir tepi laut serta daunnya yang jadi bahan baku utama didalam membuat pecel buat warga setempat.

4. Motif Jenderal Pesta

Motif Jenderal Acara ialah motif batik khas Indramayu yang motifnya termotivasi dari banyaknya serdadu yang terdapat disekitar pantura Indramayu dikala era penjajahan. Ornamennya menggambarkan simbol dari kepangkatan ataupun bedge para Jenderal.

5. Motif Jahe Serempang Kandang

Motif Jahe Serempang Kandang ialah motif batik khas Indramayu yang motifnya termotivasi dari tumbuhan jahe yang biasanya banyak hidup secara bergerombol, dimana disetiap gerombolnya terdapat gerombol umbi yang ialah buahnya. Buahnya juga pula banyak dimanfaatkan selaku bahan bawah didalam membuat minuman penghangat serta menyegarkan. Bagi warga dulu, arti dari motif ini merupakan bila hidup berkeluarga hendaknya bergerombol dan menjalakan kebersamaan yang hangat diantara sesama. Jahe Serempang Kandang maksudnya jahe yang bergerombol tetapi belum tumbuh ataupun belum berkembang besar.

Pertumbuhan Batik Indramayu

Dalam perkembangannya, batik Indramayu sudah hadapi banyak pergantian dari segi desain, guna, pewarnaan, serta pula motifnya. Perihal tersebut disebabkan pesatnya pertumbuhan era serta terdapatnya pengaruh dari sisi kehidupan manusia yang senantiasa menginginkan suatu perihal yang baru. Batik Indramayu yang semula terikat oleh aliran- aliran, semacam halnya batik tradisional, dikala ini telah hadapi banyak pergantian guna batik.

Motif- motif yang dipakai juga sudah ialah hasil dari kreasi baru yang mendekati motif abstrak serta ialah peralihan dari batik tradisional ke batik modern. Tidak banyaknya arti simbolis yang tercantum pada macam hias batik Indramayu, sebab batik dikala ini telah selaku komoditi ekonomi yang terbuat bersumber pada dari selera para konsumen dan tidak memakan waktu yang lama didalam proses pembuatannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.