Tips mempersiapkan guru untuk perubahan

NEGERI SATU – Perubahan dunia pendidikan tidak hanya menjadi tantangan bagi guru, tetapi sekolah juga memiliki peran penting dalam mempersiapkan guru untuk perubahan dalam kegiatan pembelajaran. Berikut lima tips yang bisa Anda lakukan.

1. Terapkan kurikulum dengan baik

Guru adalah pelaksana kurikulum. Guru berperan dalam implementasi kurikulum yang benar dan implementasinya dalam buku teks. Artinya, guru harus sepenuhnya mematuhi juklak dan juknis kurikulum.

Perubahan kurikulum terkadang dapat menimbulkan interupsi di mana guru tidak siap untuk mengubah kebiasaan mereka sebelumnya. Ini mungkin karena Anda terbiasa dengan pekerjaan atau resume Anda sebelumnya, atau karena Anda terlalu malas untuk belajar dan mencari tahu detailnya. Sekolah harus memastikan bahwa guru benar-benar menerapkan kurikulum yang berlaku untuk mencapai tujuan pembelajaran.

2 Guru memiliki kepribadian

Dalam mempersiapkan guru menghadapi perubahan, guru juga perlu memiliki karakter dan dapat membentuk karakter siswanya. Guru tidak hanya memberikan topik di dalam kelas, tetapi tidak terlibat dalam aspek lain seperti pengembangan karakter siswa.

Oleh karena itu, guru sebagai orang tua siswa di sekolah harus menjadi panutan bagi mereka. Apa yang dikatakan dan dilakukan guru dapat dilihat dan ditiru oleh siswa. Oleh karena itu, guru harus mampu memotivasi dan menginspirasi, terutama dalam tindakan dan ucapan semua siswa.

3. Guru yang responsif

Guru dengan kepribadian sensitif lebih siap untuk perubahan, terutama dalam kurikulum. Sikap reaktif guru adalah salah satu dari coba-coba yang konstan, bukan pendekatan satu ukuran untuk semua.

Sikap reaktif guru ini juga memiliki kelemahan. Artinya mereka bisa membingungkan karena banyaknya inovasi dan eksperimen yang mereka lakukan. Misalnya, saat latihan, ternyata kondisi berubah lagi setiap saat. Oleh karena itu, resume mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini.

4. Guru yang percaya diri

Rasa percaya diri guru di sekolah perlu ditingkatkan agar guru tidak takut mencoba hal baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Seorang guru yang percaya diri akan lebih percaya diri dan membuat perbedaan di sekolah. Untuk meningkatkan kepercayaan diri guru, sekolah berperan dalam mengevaluasi atau mengevaluasi kinerja guru dan memberikan bimbingan.

5. Guru yang menjadi pengembang kurikulum

Karakter guru yang demikian mengacu pada kurikulum yang disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan, keadaan dan kondisi siswa. Guru juga harus memiliki otonomi untuk merancang pelajaran dengan pengembang kurikulum. Kemudian hukuman guru siap melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan dapat menjadikan kegiatan pembelajaran lebih bermakna.

Itulah beberapa tips menghadapi dunia pendidikan yang terus berubah. Guru yang kreatif, mudah beradaptasi dan siswa lebih mampu mengatasi perubahan ini.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.